{"id":165,"date":"2025-10-31T16:06:49","date_gmt":"2025-10-31T16:06:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/?p=165"},"modified":"2025-10-31T16:08:27","modified_gmt":"2025-10-31T16:08:27","slug":"70-tahun-mehengke-nusa-di-tanah-papua-1955-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/2025\/10\/31\/70-tahun-mehengke-nusa-di-tanah-papua-1955-2025\/","title":{"rendered":"70 Tahun Mehengke Nusa di Tanah Papua (1955-2025)"},"content":{"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Awal Mula: Dari Misi ke Persekutuan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Perjalanan panjang <strong>Mehengke Nusa<\/strong> berawal dari semangat para <strong>guru injil dan penginjil asal Sangihe\u2013Talaud<\/strong> yang diutus untuk melayani di Tanah Papua sejak akhir abad ke-19. Mereka datang membawa terang iman dan pengetahuan, menjadi bagian penting dalam perubahan peradaban di tanah ini \u2014 seiring dengan karya misionaris Jerman, <strong>Johann Gottlob Geissler<\/strong> dan <strong>Carl Wilhelm Ottow<\/strong> yang tiba di <strong>Mansinam pada 5 Februari 1855<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak tahun <strong>1869<\/strong>, para penginjil asal Sangihe-Talaud (dikenal sebagai <em>Tuan Pinulong<\/em> atau \u201cpenginjil pembantu\u201d) mulai melayani di berbagai wilayah Papua: dari Manokwari, Sorong, Sarmi, Jayapura, hingga Sentani.<br>Mereka tidak hanya mengabarkan Injil, tetapi juga membangun sekolah, menanamkan nilai-nilai moral, dan membuka jalan bagi lahirnya pemimpin-pemimpin lokal di bidang pendidikan, sosial, dan gereja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lahirnya &#8220;Meliku Nusa&#8221; &#8211; 26 Oktober 1955<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:33.33%\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"464\" height=\"420\" src=\"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-166\" srcset=\"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-3.png 464w, https:\/\/mehengkenusapapua.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-3-300x272.png 300w\" sizes=\"(max-width: 464px) 100vw, 464px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:66.66%\">\n<p>Dalam semangat kasih dan persaudaraan, para guru injil asal Sangihe\u2013Talaud kemudian mendirikan sebuah <strong>perkumpulan sosial keagamaan<\/strong> bernama <strong>Meliku Nusa<\/strong>, yang berarti <em>\u201cOrang Sangihe Merantau\u201d<\/em>.<br>Perkumpulan ini resmi berdiri pada <strong>26 Oktober 1955<\/strong> di <strong>Hollandia (kini Jayapura)<\/strong>, <strong>diprakarsai oleh Jacobus Breel Jonathan (J.B. Jonathan) dan M. Israel\u2013Jonathan<\/strong>, dua tokoh yang dikenal sebagai <strong>penggagas dan pendiri persekutuan<\/strong> orang Sangihe Talaud di Tanah Papua. Tujuannya sederhana namun mendalam: <strong>menolong sesama anggota dalam suka dan duka, mempererat tali kasih, dan memelihara persatuan di tanah perantauan.<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Visi awal Meliku Nusa adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Pergaulan yang sejati<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Persaudaraan dalam kasih<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Persatuan yang pasti<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pertemuan pertama diadakan di rumah kediaman J.B. Jonathan di Hollandia Binnen, dihadiri 27 orang \u2014 20 laki-laki dan 7 perempuan. Dalam suasana penuh doa dan harapan, mereka menetapkan kepengurusan pertama dan menjadikan tanggal <strong>26 Oktober 1955<\/strong> sebagai <strong>hari lahirnya Meliku Nusa<\/strong>.<br>Sejak saat itu, semangat persekutuan dan gotong royong telah menjadi ciri khas keluarga besar Mehengke Nusa hingga kini.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Transformasi: Dari Meliku Nusa menjadi Mehengke Nusa (1969)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada masa integrasi Irian Barat ke Indonesia tahun <strong>1963<\/strong>, banyak organisasi dibubarkan oleh pemerintah. Namun, semangat persaudaraan para anggota tidak padam.<br>Enam tahun kemudian, tepatnya <strong>26 Oktober 1969<\/strong>, nama \u201cMeliku Nusa\u201d secara resmi diubah menjadi <strong>\u201cMehengke Nusa\u201d<\/strong>, yang bermakna <strong>\u201cMengangkat Harkat dan Martabat Warga Sangihe Talaud di Perantauan.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sejak itu, <strong>Mehengke Nusa<\/strong> menjadi wadah resmi masyarakat <strong>Sangihe, Talaud, dan Sitaro (SATAL\u2013SITARO)<\/strong> di Tanah Papua untuk memelihara kerukunan, solidaritas sosial, dan kebersamaan lintas generasi.<br>Makna ini juga sejalan dengan motto yang diwariskan oleh para pendiri: <em><strong>\u201cBersatu dalam Ikatan Kasih.\u201d<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Regenerasi dan Perkembangan Organisasi<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Selama tujuh dekade perjalanan, Mehengke Nusa terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika masyarakat Papua.<br>Mulai dari <strong>perkumpulan sederhana tahun 1955<\/strong>, kemudian melewati fase reorganisasi menjadi <strong>Persekutuan Kekeluargaan Sangir-Talaud<\/strong>, hingga terbentuknya <strong>Persatuan Masyarakat Sangihe Talaud Siau Tagulandang dan Biaro (PM-STS Mehengke Nusa)<\/strong> pada tahun <strong>2007<\/strong>, dan kini menjadi <strong>Kerukunan Masyarakat Mehengke Nusa (KM2N)<\/strong> yang mencakup seluruh provinsi di Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Struktur organisasi telah mengalami regenerasi sejak kepemimpinan <strong>J.B. Jonathan<\/strong> hingga kini di bawah <strong>dr. John Manangsang, M.Kes., AIFO-K.<\/strong> Melalui <strong>Musyawarah Daerah II tahun 2023 di Sentani<\/strong>, dibentuk <strong>Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mehengke Nusa<\/strong> periode <strong>2023\u20132028<\/strong>, dengan visi besar: <strong>\u201cMasyarakat Mehengke Nusa di Tanah Papua akan mengaktualisasikan peranannya dalam mengembangkan potensinya untuk mewujudkan Papua Baru yang aman, damai, adil, dan sejahtera.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Warisan Nilai: Kasih, Persaudaraan, dan Pengabdian<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Mehengke Nusa bukan sekadar organisasi, melainkan <strong>gerakan nilai dan budaya<\/strong> yang lahir dari pengabdian.<br>Ia berdiri di atas tiga pilar utama:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong>Kasih<\/strong> \u2013 fondasi iman dan semangat melayani;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Persaudaraan<\/strong> \u2013 yang melampaui batas etnis dan daerah;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kebersamaan<\/strong> \u2013 dalam membangun Papua dengan hati yang tulus.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Selama 70 tahun, Mehengke Nusa telah menjadi rumah besar bagi masyarakat SATAL\u2013SITARO, menumbuhkan generasi baru yang berpendidikan, beriman, dan berdaya untuk Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Refleksi 70 Tahun<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p>\u201cYang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi.\u201d (<em>Verba volant, scripta manent.<\/em>)<br>\u2014 <em>Alexander Roberth Erubun, Pewaris Amanat Pendiri Mehengke Nusa<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Momentum <strong>70 Tahun Mehengke Nusa (1955\u20132025)<\/strong> adalah saat untuk <strong>merenungkan sejarah, menghormati para pendiri, dan memperbaharui tekad<\/strong> generasi penerus agar terus menjaga warisan kasih dan persatuan.<br>Dari \u201cMeliku Nusa\u201d hingga \u201cMehengke Nusa\u201d, dari Hollandia hingga seluruh Tanah Papua \u2014 semangat yang sama tetap menyala: <strong>melayani dengan kasih dan membangun dengan hati.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dirgahayu 70 Tahun Mehengke Nusa di Tanah Papua<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>\ud83c\udf89 <em>\u201cBersatu dalam Ikatan Kasih untuk Papua yang Damai dan Sejahtera.\u201d<\/em><br>\ud83c\udf3f <em>Mawu Matalentu Sikite Kebi.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sumber:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul>\n<li>Dokumen Pembentukan <strong>Meliku Nusa (1955)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Alm. <strong>Bpk. J.B. Jonathan \/ Bpk. H. Batunan \/ Nyora M.A. Jonathan \u2013 Israel<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><em>Sekilas Riwayat 46 Tahun berdirinya PKST Mehengke Nusa di Jayapura (2001)<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Buku Hasil <strong>MUSDA I PM-STS \u201cMehengke Nusa\u201d (2007)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Wawancara<\/strong> dengan Para Sesepuh dan Para Mantan Ketua PKST Mehengke Nusa<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DPD Mehengke Nusa di Tanah Papua<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>DPC Mehengke Nusa Kabupaten Jayapura<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>DPC Mehengke Nusa Kota Jayapura<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. Alex Werimon<\/strong> dan <strong>Ibu Lily Mendoza<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Astha Jonathan<\/strong> (istri penulis)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alm. David Jonathan<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Margriet Jonathan Elkins<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ibu J. Batunan Jacob<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. Eddy S. Adipati<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. M. Saselah<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. Y. Tolip<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. Pdt. F.H. Toam, S.Th., M.Si.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. Y. Malo (alm)<\/strong> \u2013 Tua Jemaat Kampung Skou Mabo<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bpk. Ambrosius Pae<\/strong> \u2013 Tua Jemaat Kampung Skou Yambe<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ibu Vasthie Mangadil<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Justien Caraen (almh)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Buku Hasil <strong>MUSDA II KM\u00b2N Mehengke Nusa (2023)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>DPP Kerukunan Masyarakat Mehengke Nusa<\/strong> Periode 2023\u20132028<\/li>\n\n\n\n<li>Buku <em>Wilayah-Wilayah Zending Kita<\/em>, <em>Zending di Kepulauan Sangi dan Talaud<\/em>, <strong>D. Brilman (1938)<\/strong> \u2013 Terjemahan <strong>BP Sinode GMIST (1986)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awal Mula: Dari Misi ke Persekutuan Perjalanan panjang Mehengke Nusa berawal dari semangat para guru injil dan penginjil asal Sangihe\u2013Talaud yang diutus untuk melayani di Tanah Papua sejak akhir abad ke-19. Mereka datang membawa terang iman dan pengetahuan, menjadi bagian penting dalam perubahan peradaban di tanah ini \u2014 seiring dengan karya misionaris Jerman, Johann Gottlob [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,1,20],"tags":[14,17,16,19,15,18,13],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions\/168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}