{"id":162,"date":"2025-10-31T15:31:44","date_gmt":"2025-10-31T15:31:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/?p=162"},"modified":"2025-10-31T15:33:58","modified_gmt":"2025-10-31T15:33:58","slug":"jejak-penginjilan-di-tanah-papua-guru-injil-daud-pekade-alm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/2025\/10\/31\/jejak-penginjilan-di-tanah-papua-guru-injil-daud-pekade-alm\/","title":{"rendered":"Jejak Penginjilan di Tanah Papua &#8211; Guru Injil Daud Pekade (Alm.)"},"content":{"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perintis Penginjilan dan Pendidikan di Tanah Papua (1916\u20131954)<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:33.33%\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"573\" height=\"806\" src=\"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-163\" srcset=\"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-2.png 573w, https:\/\/mehengkenusapapua.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-2-213x300.png 213w\" sizes=\"(max-width: 573px) 100vw, 573px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:66.66%\">\n<p>Nama <strong>Guru Injil Daud Pekade<\/strong> dikenal luas sebagai salah satu <strong>perintis pekabaran Injil dan pendidikan<\/strong> di Tanah Papua pada masa awal abad ke-20.<br>Beliau lahir di <strong>Kampung Kulur, Pulau Sangihe<\/strong>, pada <strong>5 Oktober 1898<\/strong>, dan menempuh pendidikan di <strong>Sekolah Pekabaran Injil dan Guru Sekolah Rakyat (SR)<\/strong> di <strong>Kota Gunung, Distrik Manganitu, Pulau Sangihe<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak muda, Daud Pekade telah menunjukkan semangat pelayanan yang tinggi dan kesiapan untuk diutus ke medan misi yang jauh dari kampung halamannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau menikah dengan <strong>Agustina Pangalo<\/strong> di <strong>Holandia (kini Jayapura)<\/strong>.<br>Dari pernikahan ini dikaruniai seorang anak laki-laki: <strong>Alfons Chrisostomus Pekade<\/strong>, lahir di <strong>Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani<\/strong>, pada <strong>17 Mei 1933<\/strong>.<br>Selain itu, beliau juga memiliki seorang anak angkat, <strong>Dohana Pekade \u2013 Mahole<\/strong>.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perjalanan Tugas dan Pengabdian<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Selama <strong>38 tahun<\/strong> (1916\u20131954), Guru Injil Daud Pekade mengabdikan hidupnya untuk penginjilan dan pendidikan di <strong>New Guinea \/ Irian Barat (Tanah Papua)<\/strong>.<br>Berikut perjalanan tugas pelayanannya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>1916\u20131924<\/strong> \u2013 Bertugas di <strong>Holandia<\/strong>, tepatnya di <strong>Tobati, Enggros<\/strong>, dan pesisir <strong>Teluk Humboldt<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1924\u20131926<\/strong> \u2013 Dipindahkan ke <strong>Genyem<\/strong> dan sekitarnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1926\u20131928<\/strong> \u2013 Melayani di <strong>Ifar Besar, Sentani<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1928\u20131936<\/strong> \u2013 Kembali ke <strong>Genyem<\/strong> sebagai pusat pekabaran Injil Zending. Namun atas permintaan masyarakat Sentani Tengah, beliau kembali ke <strong>Ifar Besar<\/strong> hingga tahun 1936.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pada <strong>1 Mei 1935<\/strong>, ketika sekolah resmi dibuka di Holandia, <strong>Guru Daud Pekade<\/strong> \u2014 seorang guru asal Sangihe \u2014 dipercaya menjadi <strong>Kepala Sekolah pertama<\/strong> di <strong>Dondai, Sentani Meer<\/strong>.<br>Dedikasinya tidak hanya di dalam ruang kelas, tetapi juga di perjalanan misinya: setiap daerah yang ia singgahi dari <strong>Sorong, Yamna, Kaptiau, Tarfia, Bukisi, Skouw, Tobati Enggros, hingga Kayu Pulo<\/strong>, selalu menjadi ladang penginjilan dan pelayanan kasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah pensiun tahun <strong>1954<\/strong>, Daud Pekade tetap aktif mengajar dan melayani masyarakat di <strong>Kayu Pulo<\/strong>, Holandia. Ia tinggal di <strong>Holompa<\/strong> dan terus menebar terang Injil hingga akhir hayatnya.<br>Beliau <strong>wafat pada tahun 1980<\/strong> dalam usia <strong>82 tahun<\/strong>, dan dimakamkan di <strong>Ifar Besar, Sentani<\/strong> \u2014 tempat di mana banyak buah pelayanannya tumbuh menjadi generasi penerus yang beriman dan berilmu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Warisan dan Kenangan<\/h4>\n\n\n\n<p>Kisah hidup <strong>Guru Injil Daud Pekade<\/strong> adalah cerminan dari keteguhan hati, kesetiaan, dan pengabdian tanpa pamrih.<br>Ia datang dari kampung kecil di Sangihe, menempuh perjalanan panjang menyeberangi laut, dan menanam benih iman di Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Jejak langkahnya menjadi bagian penting dari sejarah <strong>peletakan dasar pendidikan Kristen dan pelayanan sosial di Holandia (Jayapura)<\/strong>. Warisannya hidup melalui generasi penerus, para murid, dan jemaat yang telah merasakan buah dari pelayanannya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sumber<\/h4>\n\n\n\n<ol>\n<li>Ibu <strong>H. Pekade \u2013 Suenaung<\/strong> (hidup, berusia 78 tahun pada 2021; istri dari Almarhum <strong>Alfons Chrisostomus Pekade<\/strong>, anak laki-laki dari Grj. Daud Pekade)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>A. Elsje M. Pekade<\/strong> (cucu pertama Grj. Daud Pekade \/ anak dari Alm. Alfons Ch. Pekade dan H. Pekade)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adeltje V.S. Pekade<\/strong> (cucu kedua Grj. Daud Pekade \/ anak dari Alm. Alfons Ch. Pekade dan H. Pekade)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Andrico L.G. Pekade<\/strong> (cucu ketiga Grj. Daud Pekade \/ anak dari Alm. Alfons Ch. Pekade dan H. Pekade)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alfonso M.F. Pekade<\/strong> (cucu keempat Grj. Daud Pekade \/ anak dari Alm. Alfons Ch. Pekade dan H. Pekade)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Melly Palege<\/strong> (cucu keponakan)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendeta \/ Majelis Jemaat \/ Masyarakat \/ Jemaat GKI Phulende Ifar Besar Sentani<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendeta \/ Majelis Jemaat \/ Masyarakat \/ Jemaat GKI Ombrof Nimboran<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendeta \/ Majelis Jemaat \/ Masyarakat \/ Jemaat GKI Imeno Nimboran<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendeta \/ Majelis Jemaat \/ Masyarakat \/ Jemaat GKI Imanuel Bukisi<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendeta \/ Majelis Jemaat \/ Masyarakat \/ Jemaat GKI Ebenhaezer Yakonde<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Catatan dari Negeri Belanda (Dokumen Keluarga Pekade)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perintis Penginjilan dan Pendidikan di Tanah Papua (1916\u20131954) Nama Guru Injil Daud Pekade dikenal luas sebagai salah satu perintis pekabaran Injil dan pendidikan di Tanah Papua pada masa awal abad ke-20.Beliau lahir di Kampung Kulur, Pulau Sangihe, pada 5 Oktober 1898, dan menempuh pendidikan di Sekolah Pekabaran Injil dan Guru Sekolah Rakyat (SR) di Kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,1,20],"tags":[14,17,16,19,15,18,13],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162\/revisions\/164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mehengkenusapapua.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}